Tips Mudah Gadai Sertifikat Rumah

Hasil gambar untuk gadai sertifikat rumah

Pegadaian menjadi salah satu tempat masyarakat dalam menggadaikan harta yang dimilikinya. Saat masyarakat membutuhkan dana cepat, biasanya banyak cara dilakukan, salah satu contohnya adalah dengan gadai sertifikat rumah. Sayangnya karena terburu-buru banyak masyarakat yang tidak mempersiapkannya secara matang, banyak yang akhirnya gagal gadai sertifikat rumah.

Agar Anda juga tidak mengalami kegagalan dalam menggadaikan rumah, cek 5 poin dari berikut ini:

Tips Mudah Gadai Sertifikat Rumah

Hasil gambar untuk gadai sertifikat rumah

Dewasa ini, kebutuhan manusia semakin bertambah dan bervariasi. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, beberapa orang terpaksa mengajukan pinjaman ke bank atau menggadaikan langsung barangnya ke pegadaian, bahkan rumahnya. Nah, agar Anda tidak mengalami gagal dalam gadai sertifikat rumah, yuk cek beberapa tips berikut ini agar mudah gadai sertifikat rumah berikut ini:

1. Cek Lokasi Rumah

Gambar terkait

Rumah merupakan barang yang paling umum digadaikan karena nilainya yang tergolong tinggi. Dengan demikian Anda bisa memperoleh dana lebih banyak dari pegadaian tersebut. Namun seperti telah dibahas pada kasus gagal gadai rumah tadi, lokasi rumah sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk digadaikan. Oleh karena itu, sangat disarankah agar Anda selalu mengecek bahwa rumah:

  • Tidak berada di dekat Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi
  • Tidak berada di kawasan rawan banjir
  • Tidak berada di dekat pemakaman
  • Tidak terletak di gang kecil
  • Tidak pernah menjadi lokasi kejadian perkara
  • Terletak di lokasi yang strategi dan mudah dijual

Nah, setelah mengecek seluruh kondisi tersebut, Anda bisa menggadaikan rumah dengan lebih mudah. Terutama apabila rumah Anda memang terletak di lokasi strategis yang banyak dicari pembeli.

2. Pilihlah Lembaga Keuangan Yang Terpercaya

Hasil gambar untuk pegadaian

Saat Anda berniat menggadaikan rumah, artinya dalam kondisi itu Anda butuh uang. Jangan sampai Anda malah tertipu dan kehilangan rumah akibat tidak menggunakan lembaga keuangan yang tidak terpercaya. Selalu pastikan lembaga keuangan yang dipilih memiliki reputasi baik dan sudah berjalan cukup lama. Selain itu, pastikan juga bahwa lembaga keuangan tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, Anda akan lebih tenang saat menggadaikan sertifikat rumah karena uang sudah pasti sampai di tangan Anda.

3. Melengkapi Persyaratan Gadai

Hasil gambar untuk pegadaian

Tidak peduli sebagus apa rumah Anda, apabila tidak disertai surat-surat dan dokumen yang lengkap, pihak bank atau lembaga keuangan akan menolak pengajuan gadai Anda. Hal ini karena pegadaian mewajibkan Anda untuk selalu memenuhi berbagai persyaratannya, baik persyaratan administrasi dan dokumen. Tentu saja pihak bank atau lembaga keuangan menetapkan syarat ini bukan untuk merepotkan Anda, tetapi untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi kelak. Adapun beberapa persyaratan umum berikut ini dilengkapi bagi pihak yang ingin menggadaikan sertifikat rumahnya adalah sebagai berikut:

  • Memiliki penghasilan bulanan minimal Rp4 juta
  • Debitur yang disyaratkan pihak bank adalah mereka yang berusia minimal 21 tahun hingga 65 tahun
  • Merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, dan profesional
  • Nah, selain persyaratan umum, ada juga beberapa kelengkapan dokumen yang harus Anda lengkapi sebagai berikut:
  • Surat Keterangan Pekerja (SKP)
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Akta Nikah (jika sudah nikah)
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
  • Fotokopi sertifikat hak milik (SHM), sertfikat hak guna bangunan (SHGB) dan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Sertifikat Rumah

Jika persyaratan sudah lengkap, Anda tinggal mengisi formulir aplikasi pinjaman. Kemudian pihak bank akan memverifikasi kelengkapan dokumen tersebut. Setelah itu, bank akan melakukan survei dengan mengunjungi lokasi rumah yang sertifikat rumahnya sudah Anda gadai.

Ada banyak syarat untuk dapat gadai sertifikat rumah, misalnya dengan membawa kelengkapan-kelengkapan surat atau dokumen seperti KTP atau identitas, surat pendukung bukti agunan, dan persyaratan lainnya. Dilansir dari Finansialku.com mari kita lihat bersama beberapa alasan yang menggagalkan seseorang dalam menggadai sertifikat rumah:

Alasan Seseorang Gagal Dalam Gadai Sertifikat

Lokasi Rumah Yang Berada di Kawasan Banjir

Gadai sertifikat rumah bisa gagal jika rumah yang digadaikan berada di kawasan rentan banjir. Rumah dikategorikan rawan banjir apabila rumah selalu terendam banjir saat hujan deras tiba. Terendam di sini juga didefinisikan sebagai rumah yang digenangi air lebih tinggi dari 60cm dan mencapai 3m.

Rumah Tepat di Hadapan Jalan Yang Sejajar

Rumah yang berada tepat di hadapan sebuah jalan yang sejajar. Hal ini dikarenakan adanya mitos bahwa rumah ini adalah rentan akan kesialan, sehingga biasanya yang tinggal di rumah itu akan dirundung kesialan terus menerus. Namun kenyataannya, rumah yang disebut rumah tusuk sate ini sebenarnya banyak terlibat kecelakaan karena posisinya yang mudah tertabrak kendaraan.

Dekat Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi

Saat membeli rumah, pertimbangkan dekat tidaknya rumah Anda dengan Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi. Mengapa? Karena rumah dekat Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi biasanya sulit digadaikan. Hal ini disebabkan anggapan bahwa Sambungan Ekstra Tegangan Tinggi memiliki risiko untuk kesehatan mereka yang berada di dekatnya, dan juga besar risiko saat terjadi bencana alam.

Lokasi Tempat Kejadian Perkara

Apabila rumah yang ingin Anda gadaikan dulunya merupakan tempat kejadian perkara, maka kemungkinan Anda akan kesulitan untuk gadai rumah di pegadaian. Hal ini tentu saja masuk akal, mengingat biasanya orang ingin membeli rumah yang bersih dari segala masalah dan mitos. Rumah bekas lokasi kejadian perkara justru memberikan kesan ngeri dengan berbagai mitos bahwa korban yang sudah meninggal akan mengganggu pemilik rumah. Tentunya pihak bank atau lembaga keuangan sebisa mungkin menghindari rumah seperti ini.

Bangunan Terlalu Tua

Saat bangunan sebuah rumah sudah sangat tua, biasanya sudah jelas bahwa pembelinya harus membangun kembali rumah tersebut. Proses ini tentu membutuhkan biaya jauh lebih besar daripada rumah yang hanya membutuhkan renovasi ringan. Oleh karena itu, pihak pegadaian dan lembaga keuangan lainnya biasanya menolak pegadaian rumah yang terlalu tua dengan alasan nilai jualnya itu rendah. Selain bangunannya yang sudah tua, pihak gadai atau bank juga akan selalu menilai kondisi isi atau fasilitas bangunan tersebut. Apabila dinilai sangat buruk dan membutuhkan banyak perbaikan, biasanya pengajuan Anda juga kemungkinan ditolak. Untuk itu, selalu pastikan bahwa rumah dalam keadaan baik luar dan dalam ya.

Rumah Berada di Gang

Rumah yang terletak di sebuah gang kecil disebut juga dengan rumah helikopter, karena dibutuhkan tenaga ekstra untuk dapat menjangkaunya. Nah, sayangnya rumah yang berada di gang kecil juga akan sulit untuk digadaikan. Hal ini dikarenakan penjualan rumah akan lebih sulit, mengingat pihak pembeli biasanya tidak dapat mengakses rumah tersebut dengan mobil.